Senin, 15 Desember 2008

Pelacur di Duniaku

Tidak perlu kamu bayangkan tubuh yang bertelanjang, dan tak perlu membayangkan tangan-tangan halus yang merabai kulit setengah gelap, tidak perlu mengharapkan nafas yang mendesah, yang mengendus dan tidak perlu tercipta bujuk rayu yang kan mempesona..karena memang bukan yang seperti itu...

Maaf kawan kalau aku pakai kata itu untuk melukiskan mu, melukiskan dunia yang yang di dalamnya dihuni oleh mereka yang berbaju rapi, berbalut jas nan lengkap dengan dasi...menambah lengkap sebuah kewibawaan, senyum tersungging ingin menyapa seantero dunia dengan kata-kata
"kami akan melayani mu..."
tapi cobalah lebih jeli, lihat matanya... dan jangan kaget kalau disana kau temukan dirinya yang sebenarnya...

Mereka tidak menjajakan apa-apa, mereka hanya menawarkan kemampuan menganalisa, memberikan komentar dan masukan..
bagi orang -orang terlihat gamang...
bagi sebuah kebijakan yang terdengar mengekang...
bagi sebuah perencanaan yang tidak berimbang...
itu kata mereka...aku hanya mengikuti kata mereka...

Berbekal dengan ideologi...mengklaim diri sebagai yang berpengetahuan.. tekadang begitu jumingahnya mendewakan pikiran... sambil meyakinkam relasi.. melalui lobby-lobby...sebenarnya apa yang mereka cari...

Hmmm tidak berbeda dengan mu..kalau kau selalu katakan ini bukan pilihan yang ingin kamu pilih... maka pelacur di dunia ku menjawab ini pilihan yang paling realistis...
"anda seharusnya berbanga diri.. karena kami berkenan melakukannya.. tidak dikerjakan oleh yang lain... yang mungkin lebih tidak bertanggung jawab"
Yah itulah pelacur di dunia ku...mereka tidak menjajakan tubuhnya...mereka perjualbelikan keseksian pikir...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar