Rabu, 31 Desember 2008

Menunggu

Jarum jam itu hanya berdetik satu kali dalam setiap detiknya, tidak pernah lebih... dan tidak pernah kurang, selalu hanya satu kali dalam setiap detiknya, tapi begitu tetapnya jarum jam itu berdetik..., hingga???
Dalam bahasa mereka tanpa disadari, hanya karena mereka dan juga aku tak pernah mau berhitung sejelimat itu dalam keseharian, sehingga kita merasa sangat biasa kalau dalam satu hari ternyata jarum itu sudah berdetak sebanyak 86400 kali....sekian lama???
Ya... dan saat kesadaran itu ada...dan adalah sangat wajar, jika disaat aku sendiri, duduk dalam keramaian, hadir dalam pikir yang sepi, maka hitungan itu akan terasa membosankan, kenapa tidak??? ternyata aku sudah duduk disini selama 4500 detik, dan itu untuk menunggu, dan dalam 60 detik berikutnya kau masih belum terlihat??
Hmm sebegitu berharganya keterlambatan ku, aku yang hanya merasa terlambat 5 menit dan itu ternyata adalah 300 detik...dan itu selama itu dirimu sudah berjalan meninggalkan ku, sehingga aku harus menunggu pada kesempatan berikutnya, menunggu..
Ya.. aku harus menunggu untuk bisa diberangkatkan oleh mu... kesebuah kota yang tidak jauh bagi sebagian mereka...tapi kalau aku dan kamu berhitung dalam detik itu akan kita tempuh bersama selama 4500 detik, selama aku menunggu mu...tapi tentu tidak semembosankan ini...karena ketika itu aku tidak lagi menunggu, aku berjalan, berjalan bersama mu...
Dan yang paling menyenangkankan dari semua perjalanan itu, hanya satu aku tidak menunggu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar