Liburan...kata yang telalu asik untuk dinikmati apalagi oleh mereka-mereka atau kita yang mendaulat dirinya sebagai orang yang punya kesibukan, yang dalam kesehariaannya disibukan oleh rutinitas kerja, tepatnya rutinitas penyelematan kehidupan. Dan sebuah prilaku yang sangat biasa, ketika kita menghitung jatah libur yang bisa dinikmati, seperti di akhir tahun ini, lumayan banyak tanggalan yang berwarna merah, ditambah kebijakan pemerintah untuk membuat cuti atau libur bersama, begitulah,, sehingga sangat memungkinkan bagi sebagian mereka, anda dan saya untuk bisa menikmati libur panjang di akhir tahun, mungkin sekitar lima atu ada yang bisa menikmat liburan akhir tahun ini selama seminggu, tapi kalau yang tidak beruntung cukup libur dua atau tiga hari. Berapa hari pun kesempatan libur yang bisa dinikmati, esensinya adalah ingin melepaskan diri dari kepenatan, iyakah???
Kalau lah semua kita menjawab pertanyaan itu, dengan "iya"
Mestinya kota yang ku tinggali tidak akan sepadat hari ini
Hari ini sangat laur biasa, di hari libur...
Jalan-jalan kota padat, pusat perbelanjaan dipenuhi banyak manusia...
dan juga sangat biasa, jika dari setiap mulut orang terdengar keeluhan, tentang padatnya hari ini
Apa memang harus seperti ini..???
Kota harus penuh di saat libur, aku yakin suasana ini tidak hanya terjadi di kota yang ku tinggali, mestinya kota lain kalau lah tidak lebih parah setidaknya sama.
Selintas ada kesetujuan ku.. kalau suasana ini terjadi di kota tinggalku.. karena kota ini selalu menjadi tujuan wisatawan..
tapi tidak harus seperti inikan ???
di mana-mana macet, bukankah macet itu hanya untuk mereka yang tinggal di ibu kota..
kota ku tidak begitu, tidak padat, tapi hari ini berbeda...
lalu siapa yang harus ku salahkan?
mereka yang datang...tidak sepenuhnya begitu...karena sebenarnya aku juga pendatang yang bersatus penduduk, karena toh mereka hanya ingin menikmati liburan mereka
kalau begitu siapa?
Pemerintah kota.. tentu tidak mungkin.. karena ini memang target mereka, meningkatkan jumlah wisatawan..
lalu siapa...??!!
kenapa hari ini harus sepadat ini..
semua kita, anda, mereka dan saya mungkin akan menjawab serempak
"karena hari ini libur"..
wah...bukankah hari libur kota harus lebih santai..sehingga kepenatan bisa terganti dengan senyum, dan sebuah ketenangan,, menarik nafas lega atas semua kepenatan?
Iya...
kalau setiap orang mengerti cara menikmati liburan, bahwa liburan tidak harus dengan melakuakn perjalan, berkumpul dengan anggota keluarga jauh lebih indah ketimbang harus berdesak-desakkan di Mal, atau pilihan lain kalau memang harus keluar rumah adalah ke daerah pedesaan, yang lebih menjanjikan udara segar.
Yah ...
sekali lagi ingin ku katakan, tidak ada yang bisa disalahkan, mereka yang datang adalah mereka yang penasaran, akan tawaran yang dijanjikan oleh sebuah kota wisata..
Semoga ketika mereka kembali mereka tidak kecewa dan bisa lebih bersemangat dalam bekerja dan yang pasti semangat menunggu liburan berikutnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar