Hmmm sudah berapa lama ya aku disini?? barangkali sekitar empat jam, atau mungkin lebih...kemampuan mengingat ku tidak bisa jelimat lagi kerena kesibukan kota yang ku nikmati...Hanya satu yang cukup bisa ku pastikan, bahwa aku sudah menelusuri tiap lorong pasar mu selama satu jam setengah, awalnya aku hanya ingin menikmati semangkok bakso yang cukup tekenal dipasar mu ini, berkat ajakan seorang teman kutemukan tempat baksonya, tapi apa yang bisa diperbuat, aku akhirnya harus ikhlas menjebakkan diri dalam hujan dan padatnya pasar, tanpa bisa menikmati bakso yang tadi sudah bisa ku bayangkan enaknya, sudah terlalu sore ternyata, dan sudah tutup.
Tapi kalaupun sudah terlalu sore, toh kesibukannya masih tinggi, orang-orang masih enggan bergerak, hanya terlihat kesibukan berkemas, para pedagang yang mengemasi barang-barang jualan mereka, tapi walaupun diantara mereka sudah selesai, tetap saja belum ada yang beranjak, termasuk aku..
Aku masih betah dan tepatnya harus tetap berada disitu, karena aku seperti mereka aku tidak mau basah...walaupun hujan yang mulai mengguyur satu jam yang lalu saat ini sudah berhenti, dan tidak akan lagi membasahi kepala...
Tapi yang membuat semua masih enggan bergerak adalah genangan air, yang sejak hujan mulai turun genangan itu juga muncul... padahal hujan nya cuman sebentar.. bisa dibayakangkan kalau hujannya lama , seberapa tinggi lagi genangan itu, kalau hari ini seperti ini, lain waktu akan menjadi seperti apa??
Sebagai pengunjung pasar dan tamu di kota ini, aku tidak habis pikir, bagaimana mungkin di kota yang sudah berkali-kali menyelenggarakan event Internasional, dikunjungi panyak turis, mulai dari turist lokal hingga mancanegara...baru kena hujan setengah jam saja sudah tergenang air, alias banjir...
Tapi hari itu dan di pasar itu aku tidak berkata apa-apa, hanya mncari arti lewat mata seorang teman, dia putra daerah, ingin kutemukan jawaban atas banyak tanya yang ada dan dia hanya menggerakan bahunya sambil bernafas pendek yang tertahan, aku tangkap artinya "ya seperti itulah..." ini kota ku.
Santai kawan...
karena aku tahu kota ini sedang dan selalu berbenah, ada banyak hal baru yang tercipta dari kota ini, aku percaya itu, dan kalau kamu datang kamu juga akan sepercaya aku, itu juga alasanku untuk datang lagi ke kota ini, menemukan sebuah pembuktian dari sesuatu yang berganti, sesuatu yang berubah...
Dan kalau hari ini, masih seperti ini...
pahamilah seperti mereka memahami, menganggap semua seperti biasa, karena mereka mereka masih bisa becanda, tersenyum geli, saling berteriak, mungkin bermaksud memberi semangat. tapi yang pasti aku tangkap dari mereka seperti itu, ini sudah terlalu biasa, sehingga saya, kamu dalam bahasa mereka juga tidak perlu berlebihan, karena memang kota ini masih seperti ini..
Atau mungkin mereka mau katakan...ini tidak hanya disini, dan tidak hanya sekali ini, ini terlalu biasa, dan akan masih seperti ini...
Tapi percayalah teman, mata meraka dan mata semua di sore itu masih menyimpan pengharapan terhadap sebuah berubahan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar