Awalnya aku akan dengan sombong untuk mengatakan, bahwa dirimu gak ada artinya apa-apa, semua terlalu ku anggap sebagai sebuah permainan, aku hanya ingin jadi pemenang, Tapi setelah aku kenali keseksian pikirmu, aku harus menyerah pada rasa, yang kemudian akupun ikut mengatakan bahwa akalku tidak berjalan. Tapi kawan, kalaulah senang itu nyata
bukan soal rasa maka akan kukatakan senang itu ada, tapi nyatanya senang itu hanya dapat dirasakan, dan kalaulah sakit itu nyata dan bukan soal rasa, maka akan kukatakan sakit itu ada, tapi ternyata senang, sakit, atau rasa apapun yang lainnya hanya bisa dirasakan, tapi nyatakah dia...jangan ditanyakan tapi rasakan.
Rasa itu yang kini membuat aku harus menunggu yaah belum lama memang aku tidak tau tentang dirimu
belum lama aku tidak mendengar kabar mu
belum lama aku tidak mendengar suara mu
belum lama aku tidak mengirimu pesan-pesan singkat
belum lama aku tidak menggangu dengan telp-telp yang tak terjawab
belum lama...
belum selama aku tau dirimu yang menurut mu itu juga terlalu sebentar, sehingga masih butuh banyak waktu, yang kau ikatkan dalam kata persahabatan, yang kemudian kau tawarkan agar aku juga mau menjalankan, walaupun rasaku berteriak memberi penolakan, senyatanya hari ini masih kujalankan, karena sebenarnya kau pun tau ingin aku ikat kan kemana rasa ini.
Rasa itu pula yang membuat aku menunggu, menunggu sesuatu tentang mu, entah dari siapa, tapi yang pasti yang paling kuharapakan adalah dari mu
aku ingin tau bagaimana keadaan mu
aku ingin tau aktivitas mu
aku ingin tau dimana kamu
aku ingin tau rencana-rencanamu
dan aku ingin tau dan paling ingin tau semua tentang mu
aku ingin tau...
Semuanya mampu mengalahkan kesombongan ku, karena hari ini sama dengan hari kemarin, dan sama dengan hari kemarin sebelumnya, sama juga dengan hari sebelumnya lagi, sama dengan hari terakhir aku mendengarkan mu...
Hari ini aku kembali menunggu kabar mu
bukan soal rasa maka akan kukatakan senang itu ada, tapi nyatanya senang itu hanya dapat dirasakan, dan kalaulah sakit itu nyata dan bukan soal rasa, maka akan kukatakan sakit itu ada, tapi ternyata senang, sakit, atau rasa apapun yang lainnya hanya bisa dirasakan, tapi nyatakah dia...jangan ditanyakan tapi rasakan.
Rasa itu yang kini membuat aku harus menunggu yaah belum lama memang aku tidak tau tentang dirimu
belum lama aku tidak mendengar kabar mu
belum lama aku tidak mendengar suara mu
belum lama aku tidak mengirimu pesan-pesan singkat
belum lama aku tidak menggangu dengan telp-telp yang tak terjawab
belum lama...
belum selama aku tau dirimu yang menurut mu itu juga terlalu sebentar, sehingga masih butuh banyak waktu, yang kau ikatkan dalam kata persahabatan, yang kemudian kau tawarkan agar aku juga mau menjalankan, walaupun rasaku berteriak memberi penolakan, senyatanya hari ini masih kujalankan, karena sebenarnya kau pun tau ingin aku ikat kan kemana rasa ini.
Rasa itu pula yang membuat aku menunggu, menunggu sesuatu tentang mu, entah dari siapa, tapi yang pasti yang paling kuharapakan adalah dari mu
aku ingin tau bagaimana keadaan mu
aku ingin tau aktivitas mu
aku ingin tau dimana kamu
aku ingin tau rencana-rencanamu
dan aku ingin tau dan paling ingin tau semua tentang mu
aku ingin tau...
Semuanya mampu mengalahkan kesombongan ku, karena hari ini sama dengan hari kemarin, dan sama dengan hari kemarin sebelumnya, sama juga dengan hari sebelumnya lagi, sama dengan hari terakhir aku mendengarkan mu...
Hari ini aku kembali menunggu kabar mu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar