Sabtu, 03 Januari 2009

Sebuah Pemakluman kah???

Hidup dalam sebuah linkungan komunal, berasal dari satu suku, layaknya hidup bersama, interaksi dibangun dengan gaya sepertinya keluarga, makan tidak lagi sepiring berdua, tapi sudah sepiring berlima, segelas air tidak lagi untuk sendiri tapi sudah untuk bersama, tidak ada lagi kegelian karena jijik, karena minum dari gelas orang lain, dan bahkan ketakutan tertular penyakit juga tidak ada...
Begitu manisnya hidup mereka, begitu akrabnya interaksi, saling menyapa dengan nama yang sebenarnya mereka dibenci, namun tetap sahutan demi sahutan akrab tetap terdengar. teriakan keras bukan untuk saling membentak, tapi sebuah eksperesi riang...usaha yang sangat luar biasa untuk mengusir rindu ke orang-orang tercinta yang ditinggalkan untuk sebuah cita-cita. Sebenarnya, suasana yang diciptakan sedemikian rupa agar belajar bisa lebih sempurna..tanpa harus menderita penyakit, yang mungkin oleh Andrea Hirata entah akan dikelompokan pada kelompok yang keberapa yaitu home sick..
Tapi adalah juga cukup biasa.. kalau ditengah suasana yang tecipta ada saja yang meneriakan kekecewannya.. karena ada orang lain yang mengganggu hak nya secara berlebihan.. barang2 raib tanpa pemberitahuan..
Apakah ini sebagai konsekwensi hidup dilingkungan komunal...???Rasa kepemilikan yang tinggi yang akhirnya mendobrak batas-batas ruang pribadi yang sedari awal memang batas itu di coba untuk tidak diberi batas..
Oooo tentu tidak seperti itu sepenuhnya..
Walaupun batas itu di coba samarkan oleh setiap indivdidu.. lewat tawa renyah.. atau makan sepiring bertiga.. gelas satu untu semua.. aku yakin setiap orang masih ingin memberi batas wilayahnya.. ini sudah dasarnya ego manusia.. yang akan menjadi sangat garang ketika dia di usik..
Wah apakah itu pemakluman ku terhadap teriakan kejengkelana yang kudengar??
silakan,... kamu boleh menginterprestasi,
Tapi percayalah kawan itu penting... kamu akan berharga jika kamu mampu menghargai orang lain...

1 komentar:

  1. (duh,musti mengetik comment2nya berulang2 error nih blogspot,tp tak apa, demi...demi diri saya sendiri ;p)

    saya kok tdk mengerti?
    pemakluman untuk siapa maksudnya?
    bagi yang melanggar batas?
    atau bagi yang ingin punya wilayahnya tdk dilanggar?

    Saya nangkepnya yg ni oji mksd itu pemakluman bg yang ingin menjaga batasnya.

    tp,bg saya tdk perlu pemakluman lagi.
    memang adanya begitu,kan.
    memang normalnya begitu(walaupun saya tu g pernah bnr2 percaya sama yg namanya 'normal'.semua org pny nilai sndr2).

    naaaaahhh

    maaf kalo interpretasinya salah

    kan katanya, "silahkan"

    BalasHapus