Kamis, 08 Januari 2009

Dialog imajiner dengan aku atau cerita tentang aku?

Apakah ini terlalu pagi untuk nongkrong didepan webblog wah tentu tidak, karena tidak ada batas waktu di dunia ini, dan aku harus merasa terpaksa berhenti, karena sekonyong-konyong kau datang menghampiri, aku tidak mau kaget, karena itu akan lebih membuat senyum sinis di bibirmu, akan semakin lebar, aku berusaha tampil sebiasa mungkin.
Ingin aku menyapa terlebih dahulu, tapi masih kalah cepat sepersekian detik dari mu, hingga aku kemudian harus mendengar suara mu, haruskah ku katakan kalau itu nanti akan memekakkan telingaku? haruskah aku katakan kalau itu akan mengganggu suasana hati? tapi semakin ku katakan akan semakin membuat kau bersuara, tapi kali ini aku merasa tidak harus diam
"oh....ooooooo jadi ini tempatmu? yang membuat kau merasa nyaman?"
"tempat yang selalu kau banggakan?"
Huh dua kalimat pembukamu itu sudah terasa aneh ku dengar, karena kau pasti sudah tau jawabku, tapi kau masih bertanya, apa kau masih membututuhkan ketegasan?
"....hmmmmm tidak cukup jelek, boleh lah kalau di sini dirimu merasa nyaman"
"hai apa ini yang kau tulis....inikah ekspresi mu??? sesuatu yang kosong seperti ini??? wah ini nggak ada arti apa-apa... kau tau apa kata mantan presidenku kalau membaca semua ini..?? anak TK aja juga bisa.....hahahahahahaha...."
Lengkingan tawa mu benar-benar membuat telingaku pekak, dan lebih lagi kau semakin menusuk ku..., dadaku sesak, nafasku tertahan, menahan gejolak sedih yang mungkin sudah kau tangkap dikilatan mataku....kau samakan aku dengan anak TK di dunia mu?? apa hak mu, mengatakan itu, harusnya kau diam saja, tidak usah bicara, tidak usah berteriak, dan seharusnya kau bangga, karena toh aku tidak mengusik mu, dan satu hal yang paling pasti bisa membuat kau bangga adalah karena kau bisa katakan ke orang-orang di lingkunganmu, kau bisa mengklaim semua nya? apalagi...bukankah itu akan semakin membantu mu..
"wah memang tidah lebih dari chiken!!!!"
"kau tidak mau menunjukan siapa kamu?"
"kamu menangis dan tertawa di sini"
"di tempat orang-orang tidak bisa melihat mu"
"di tempat dimana kau katakan kau tak akan terusik"
"taukah kau itu sangat memalukan ku"
"apa kata orang di lingkunganku kalau mereka tau, bahwa yang bersembuyi di sini itu adalah kau...tidakkah itu pernah kau pikirkan"
Kali ini aku benar, aku tidak lagi harus diam, kau terlalu egois mengatakan semuanya, kau lihat dan kau nilai semuanya dngan kacamatamu, dengan logikamu, dengan cara pikir orang-orang di duniamu, dan kini itu juga telah menjadi telah menjadi cara pikirmu
Kau tidak pernah mau tau, bahwa aku lari ke sini, kedunia yang kau sebut sebagai dunia chiken, adalah akibat ulahmu, akibat lingkungan di duniamu, yang teramat tidak peduli, mereka tidak mau mengenal aku sebagai aku, mereka hanya mau tau kalau aku harus tersenyum harus tertawa untuk mereka, harus bekerja dengan settingan mereka, harus diperbudak oleh kepentingan, karena meraka di duniamu selalu katakan hanya itu yang mereka butuhkan
mereka hanya bisa menghargai mereka yang berkedudukan walau bodoh
mereka hanya bisa menghargai mereka yang berstatus walau bejat
mereka hanya bisa menghargai mereka yang berharta walau hasil korupsi
mereka hanya bisa menghargai mereka yang mengaku cerdas walau itu kosong
mereka hanya bisa menghargai mereka yang berseragam walau itu gaya
mereka hanya bisa menghargai mereka yang berdasi walau itu pelengkap
mereka hanya bisa menghargai mereka yang tua, walau pikun
mereka hanya bisa menghargai mereka-mereka yang secara luarnya merasa pantas mereka hargai, tanpa berusaha untuk tahu, mereka di dunia mu tidak pernah peduli pada yang muda yang berekspresi, mereka tidak pernah peduli pada sebuah kepedulian, mereka tidak pernah peduli pada suara hati...dan itu suara hati mereka sendiri
itukah yang kamu sebut sebagai dunia yang kamu paksa untuk aku hormati..
Kau lihat saja dirimu sekarang, kau bangga???aku harus merasa kasihan kalau kau jawab iya, karena kemudian kau akan jadi seperti mereka, kau terjebak statusmu, lihat pakaianmu, lihat pilihan tempat nongkorongmu, semuanya jadi seperti mereka, kau juga katakan tepatnya akan mengatakan seperti mereka kan? kau akan katakan ini demi sebuah kenyamanan....
Sekali lagi kau harusnya bangga dengan aku, kerana aku kemudian bisa lakukan sesuatu, tidak seperti kau, yang sudah berapa lama kau mandul?? kau mandul di dunia mu, kau tidak bisa berbuat apa-apa, kau tidak mencipta apa-apa, walau aku juga tau itu karena mereka, aku tidak salahkan dirimu, kau terjebak, tapi kenapa...
kenapa kau menjebakkan diri?
kenapa kau diwarnai?
bukankah seharusnya kau yang mewarnai
kau dan teman mu yang selalu berteriak, kalau aku chiken
senyatanya sekarang bukan aku yang bersembunyi dari dunia mu, kau yang sedang bersembunyi.. karena dunia mu juga kau rasakan terlalu kejam, telalu tidak menghargai
sehingga ....
kau harus berhenti berekspresi, coba kau lihat diri mu
apa yang telah kau hasilkan?
apa yang telah kau buat?
apa yang telah kauciptakan?
apa yang telah kau hentikan?
apa yang telah kateruskan?
atau apa yang kau pikirkan? selama aku kau tuduh bersembunyi
Kau tau...?!!!
di sini di duniaku ini aku berusaha berbuat, setidaknya apa yang ku tulis, yang kau katakan kosong, yang kau katakan sebagai ekspresi seorang anak TK, tapi lihatlah ini bisa berarti, bisa menjadi teman bagi jiwa lainnya yang kosong, jiwa-jiwa yang juga tercerabut dari peradaban duniamu, apakah kau pernah peduli itu?!!
Kenapa...
kenapa sekarang kau diam...
mana celoteh mu...
apa sekarang kau mau katakan kalau aku benar???
ooohhhhhh jangan
jangan terlalu cepat kau telan kata-kataku, kau kembalilah ke dunia mu, kau lihat dari sana, tapi jangan dengan caramu melihat, lihatlah dengan caraku, seminimal-minimalnya lihat dengan cara aku ingin di lihat, sehingga semua akan ladi bermakna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar